Wisata Alam : Bukit Karst Mangkalihat
Bukit Karst Sangkulirang Mangkalihat memiliki banyak potensi alam berupa kayu, non kayu, batuan mineral dan sarang burung walet yang bantu ekonomi masyarakat setempat. Bahkan, tercatat bahwa kawasan ini merupakan pemasuk terbesar sarang walet di dunia. Untuk menuju kawasan ini, jalur yang digunakan sebagian besar melalui sungai-sungai. Tetapi, ada baiknya untuk meminta panduan dari penduduk lokal yang lebih mengetahui medan. Karst Sangkulirang-Mangkalihat juga memiliki nilai sejarah yang luar biasa, yakni goa telapak tangan peninggalan tahun 10.000 SM telah menjadi situs bersejarah yang popular di dunia Internasional. Tak sedikit turis asing yang datang hanya untuk menikmati keindahan lukisan tapak tangan di sepanjang dinding goa. Peninggalan tersebut diperkirakan merupakan awal penyebaran rumpun manusia purba Austronesia.
-
Fasilitas:
- Akses menuju Karst Sangkulirang-Mangkalihat masih menjadi tantangan karena sebagian besar jalannya masih berupa tanah dan hanya bisa dilalui kendaraan berpenggerak ganda. Belum tersedia angkutan umum yang menjangkau lokasi ini sehingga pengembangan infrastruktur menjadi prioritas jika ingin menjadikan kawasan ini sebagai destinasi wisata unggulan. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur telah merancang konsep wisata terpadu yang melibatkan masyarakat setempat dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian tanpa merusak ekosistem alami kawasan ini. Dengan langkah ini diharapkan Bukit Karst Sangkulirang-Mangkalihat bisa menjadi destinasi wisata kelas dunia yang tetap lestari dan memberi manfaat bagi masyarakat lokal.
Pengembangan objek wisata Bukit Karst Sangkulirang - Maangkalihat sampai saat ini melibatkan para peneliti arkeologi aktif, dengan menerapkan quality tourism sambil menjaga kelestarian alamnya







